Rabu, 13 Februari 2013

Makalah ASSET KEUANGAN


ASSET KEUANGAN
1.1 Pengertian Asset Keuangan
Asset dapat kita definisikan sebagai sesuatu yang memiliki nilai dan dapat kita jual sehingga mendapatkan uang. Asset itu sendiri dibagi menjadi dua yaitu asset berwujud dan asset tidak berwujud. Asset berwujud adalah asset yang nilainya sebanding dengan wujudnya misalnya tanah, bangunan, atau mesin. Sementara asset tak berwujud adalah asset berupa dokumen mewakili klaim hukum dan pemilikan missal surat obligasi, saham dll.
Asset keuangan merupakan bagian dari asset tidak berwujud. Bagi aset keuangan, manfaat atau nilai yang dimilikinya adalah klaim kas di masa mendatang. Dalam asset keuangan memiliki dua pihak yang bermain didalamnya yaitu emitten dan investor. Emiten adalah pihak yang melakukan pembayaran kas di masa mendatang, sementara investor adalah pihak pemilik asset keuangan. Berikut contoh asset keuangan antara lain
1.       Pinjaman/kredit
2.       Obligasi
3.       Saham preferen
4.       Saham biasa
Dalam kasus kredit atau pinjaman terdapat syarat syarat kredit bahwa peminjam harus membayar sejumlah nominal yang telah ditetapkan kepada bank komersil selama jangka waktu tertentu. Pembayaran tersebut meliputi pembayaran kembali pokok utang ditambah bunga. Arus kas bagi aset ini merupakan pembayaran yang telah ditentukan yang harus dilakukan oleh peminjam.
Dalam obligasi yang berupa surat utang Negara, pemerintah setuju untuk membayar bunga obligasi kepada pemegang obligasi atau investor setiap 6 bulan, sampai obligasi jatuh tempo, dan kemudian pada saat jatuh tempo pemerintah membayar pokok obligasi.
Saham biasa memberikan hak kepada investor untuk untuk menerima deviden yang dibagikan oleh perusahaan. Dalam kasus ini, investor berhak atas bagian dari nilai bersih asset perusahaan jika dilikuidasi.

1.2 Klaim Utang dan Klaim Ekuitas
                Klaim yang dimiliki oleh pemegang aset keuangan bias berupa sejumlah uang (pendapatan) yang tetap,atau jumlah yang bervariasi atau bahkan residual. Dalam kasus pendapatan tetap aset keuangannya dinamakan instrument utang. Asset keuangan yang temasuk dalam kategori ini adalah kredit dan obligasi
                Klaim ekuitas atau disebut klaim residual mewajibkan emiten aset keuangan untuk membayar sejumlah deviden berdasarkan laba yang diperoleh perusahaan. Sehingga pendapatan yang didapat oleh pemilik aset ini tidak tetap bergantung pada profit yang dihasilkan perusahaan. Yan termasuk dalam aset keuangan model ini adalah saham.
1.3 Harga Dan Resiko Aset Keuangan
Yang berhubungan langsung dengan konsep harga adalah pendapatan yang diharapkan dari suatu aset keuangan. Berdasarkan arus kas yang diharapkan dan harga suatu aset keuangan maka dapat ditentukan tingkat pengembalian yang diharapkan (expected rate of return). Sebagai contoh jika harga suatu asetkeuangan sebesar $100, dan dalam setahun dari sekarang arus kasnya adalah $105, maka tingkat pendapatannya adalah 5%.
Jenis aset keuangan, baik instrument utang maupun instrument ekuitas, dan karateristik dari emiten menentukan tingkat kepastian dari arus kas yang diharapkan. Sebagai contoh, dengan mengamsusikan bahwa emiten tidak pernah gagal membayar atas instrument utang yang diterbitkannya, arus kas dari perusahaan sekuritas dapat diketahui secara pasti. Akan tetapi, yang tidak pasti adalah daya beli dari arus kas yang diterima.
Dalam kasus obligasi yang diterbitkan pemerintah jepang, arus kas diketahui secara pasti jika pemerintah Jepang mampu memenuhi kewajibannya. Namun arus kas mungkin tidak didominasi dalam dollar AS, tetapi dalam yen Jepang. Jadi walaupun arus kas diketahui secara pasti dalam jumlah yen yang akan diterima, dari perspektif investor AS, jumlah dollar AS tidak pasti. Jumlah dollar AS akan tergantung pada kurs antara yen dan dollar pada saat arus kas diterima.
Dari berbagai resiko diatas kita dapat melihat 3 macam resiko yang terdapat dalam aset keuangan antara lain
1.       Resiko yang berkenaan dengan daya beli potensial dari arus kas yang diharapkan.
2.       Resiko ketidak mampuan emiten memenuhi kewajibannya.
3.       Untuk aset keuangan yang arus kasnya tidak didenominasi dalam dollar AS, terdapat resiko bahwa nilai tukar akan berubah kearah negative sehingga menghasilkan jumlah dollar yang sedikit.
1.4 Peranan Aset Keuangan
                Aset keuangan memiliki dua fungsi ekonomi utama. Yang pertama adalah untuk mengalihkan dana dari mereka yang kelebihan dana kepada pihak yang memerlukan dana untuk berinvestasikan dalam bentuk aset berwujud. Fungsi ekonomi kedua adalah untuk mengalihkan dana dengan cara sedemikian rupa sehingga resiko yang tidak dapat dihindarkan dalam arus kas yang dihasilkan asset berwujud, dapat dialihkan/dibagikan antara mereka yang membutuhkan dana dan mereka yang menyediakan dana.  Namun, seperti yang akan kita lihat, klaim yang dimiliki oleh pemegang kekayaan final umumnya berbeda dari kewajiban yang diterbitkan oleh pencari dana final karena aktivitas dari lembaga perantara keuangan (financial intermediaries) yang mentransformasikan keawajiban final menjadi aset keuangan yang disukai oleh public.
                Kita dapat mengembangkan dua fungsi ekonomi tersebut dengan tiga contoh berikut
1.       Joe Grasso telah memperoleh lisensi untuk memproduksi jam tangan Tenage Mutant Ninja Turtles. Joe mengestimasikan bahwa dia akan membutuhkan $1 juta untuk membeli pabrik dan peralatan manufaktur jam. Sayangnya, dia hanya memiliki tabungan $200.000 yang tidak ingin diinvestasikannya, walaupun dia yakin aka nada pasar bagi produksi.
2.       Susan  Carlson baru saja mewarisi $730.000. dia berencana untuk menghabiskan $30.000 untuk membeli perhiasan, perabot rumah, berlayar, dan menginvestasikan sisanya sejumlah $700.000
3.       Larry Stein, seorang pengacara yang sedang menanjak karirnya pada sebuah biro hokum New York yang terkenal, menerima cek bonus setelah dipotong pajak sebesar $250.000. dia berencana untuk menghabiskan $50.000 untuk membeli sebuah BMW dan menginvestasikan sisanya sejumlah $200.000.
Anggaplah bahwa, secara kebetulan,Joe, Susan, dan Larry bertemu pada suatu acara social. Selama percakapan, mereka mendiskusikan rencana rencana keuangan  mereka. Akhirnya mereka setuju untuk membuat perjanjian. Joe setuju untuk menginvestasikan $100.000 dari tabungan dalam bisnis jam tangan dan menjual 50% kepemilikan kepada Susan seharga $700.000. Larry setuju untuk meminjami Joe $200.000 selama 4 tahun dengan bunga 18% pertahun. Joe akan bertanggung jawab untuk menjalankan bisnis tanpa bantuan dari Susan atau Larry. Dengan demikian Joe sekarang memliki $1 juta untuk memproduksi jam.
Dua klaim keuangan timbul dari hasil pertemuan diatas. Yang pertama adalah instrument ekuitas yang dikeluarkan oleh Joe dan dibeli oleh Susan seharga $700.000. yang lainnya adalah instrument utang yang diterbitkan oleh Joe dan dibeli oleh Larry seharga $200.000. jadi kedua asset keuangan tersebut memungkinkan dana dipindahkan dari Susan dan Larry yang memiliki kelebihan dana kepada Joe yang membutuhkan dana untuk berinvestasi dalam aset berwujud agar bias diproduksi jam. Pengalihan dana ini merupakan fungsi ekonomi pertama dari aset keuangan           


DAFTAR RUJUKAN
Fabossi, Frank dkk, 1999. Pasar & Lembaga Keuangan. Diterjemahkan oleh Chaerul Djakman. Jakarta: Salemba Empat.









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar